Mengenal Sistem Bilangan Biner, Oktal, Desimal dan Heksadesimal

Untuk mengenalkan sistem pengolahan data bilangan biner, oktal, desimal dan
heksadesimal akan dijelaskan satu-persatu dibawah ini :
1. Sistem Bilangan Biner
Sistem bilangan ini hanya terdiri dari 2 simbol yaitu hanya ada 0 dan 1. Sistem bilangan
biner modern ditemukan oleh Gottfried Wilhelm Leibniz pada abad ke-17. Sistem
bilangan ini merupakan dasar dari semua sistem bilangan berbasis digital. Dari sistem
biner, kita dapat mengkonversinya ke system bilangan Oktal atau Hexadesimal. Sistem
ini juga dapat kita sebut dengan istilah bit, atau Binary Digit. Pengelompokan biner
dalam komputer selalu berjumlah 8, dengan istilah 1 Byte/bita. Dalam istilah komputer,
1 Byte = 8 bit. Kode-kode rancang bangun komputer, seperti ASCII, American
Standard Code for Information Interchange menggunakan sistem peng-kode-an 1 Byte.
Bilangan ini dipopulerkan oleh John Von Neumann. Biasanya bilangan biner ini
digunakan rangkaian digital atau rangkaian logika menggunakan sistem operasi 2
kondisi yang pasti yaitu :
 Logika 1 atau 0
 Ya atau Tidak
 High atau Low
 True atau False
 Terang atau Gelap
Pada sistem elektronika yang ada di suatu perangkat keras (hardware) hanya dapat
membedakan dua keadaan yaitu keadaan aktif tinggi (tegangan 3,5 – 5 volt) berlogika 1
dan keadaan aktif rendah (tegangan 0 – 2,2 volt) berlogika 0.
Selain itu bilangan biner juga digunakan untuk menghitung maksimum pengguna pada
alamat blok IP Address.
2. Sistem Bilangan Oktal
Sesuai dengan arti dari Oktal atau Oktaf yang berarti 8 ini dalam pengolahan data juga
hanya terdiri dari 8 simbol yaitu mulai dari 0 hingga angka 7 (0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7). Oktal
biasa disingkat menjadi oct atau okt. Ciri suatu bilangan menggunakan sistem bilangan
oktal adalah adanya tambahan subskrip okt atau 8 atau tambahan huruf O di akhir suatu
bilangan.
Contoh :
1161okt = 1161₍₈₎ = 1161 (O).
Program lebih sering menampilkan data dalam format oktal karena relatif mudah bagi
manuasia untk membaca dan dapat dengan mudah diterjemahkan ke dalam format biner,
yang merupakan format yang paling penting untuk komputer. Sebaliknya, format
bilangan desimal paling mudah dimengerti manusia untuk membaca yang berbasis 10,
yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9. Karena menerjemahkan antara bilangan desimal dengan
format biner relatif sulit, oleh sebab itu bilangan oktal ada. Sehingga dalam komputasi
dibandingkan heksadesimal memudahkan sistem karena tidak memerlukan simbol
ekstra.
Selain itu sistem bilangan oktal ternyata digunakan di dalam Mexico khususnya dalam
suku Yuki dan Pamea, memakai sistem bilangan oktal dengan cara unik mereka
menggunakan sela jari mereka yang berjumlah 8 daripada jari mereka. Dan sistem
bilangan oktal juga digunakan dalam penampilan digital (digital displays).
3. Sistem Bilangan Desimal
Sistem bilangan Desimal dalam pengolahan data hanya terdiri dari 10 simbol yaitu 0, 1,
2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, dan 9. Bilangan Desimal terdiri dari integer desimal (decimal integer)
dan pecahan desimal (decimal fraction). Bilangan desimal merupakan sistem bilangan
yang sering kita gunakan sehari-hari, angka yang sering kita gunakan untuk berhitung.
Sistem bilangan desimal ditemukan oleh Al-Kashi,ilmuwan persia Sistem bilangan
desimal sering dikenal sebagai sistem bilangan berbasis 10, karena tiap angka desimal
menggunakan basis (radix) 10, seperti yang terlihat dalam contoh berikut:
Angka desimal 123 = 1*102 + 2*101 + 3*100
4. Sistem Bilang Heksadesimal
Heksadesimal (hexadecimal) berasal dari kata hexa (enam) ditambah decimal (sepuluh)
adalah sebuah sistem bilangan berbasis 16 yang menggunakna 16 simbol. Bilangan ini
terdiri dari 16 angka yang merupakan gabungan dari 10 simbol angka dan 6 simbol
huruf yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, A, B, C, D, E, F . Dimana huruf tersebut
menggantikan lanjutan angka itu sendiri seperti A = 10; B = 11; C = 12; D = 13; E = 14;
dan F = 15. Heksadesimal sering disingkat dengan hex.
Ciri sistem bilangan ini adalah adanya tambahan subskrip hex atau 16 atau tambahan
huruf H diakhir suatu bilangan dan beberapa memilih simbol huruf A, B, C, D, E, dan
F.
Contoh :
12E1hex = 12E1(16) = 12E1H

FFhex merupakan nilai maksimal beberbentuk heksadesimal yang dapat tersimpan
dalam 1 byte.
Heksadesimal digunakan untuk :
1. Spasi pada URL (Uniform Resource Locator) suatu website.
Contohnya : http://www.example.com/name%20with%20
%20 dalam URL adalah heksadesimal, yaitu 20 yang jika dikonversikan ke desimal
menjadi 32 yang dalam Kode ASCII adalah karakter blank/spasi.
2. Kode warna dalam HTML (Hyper Text Markup Languange)
Kode warna ini sering dinamakan HEX HTML yang digunakan untuk mengaktifkan
DECIMAL RGB dikarenakan lebih mudah dalam penggunaannya. Kode ini sering
digunakan untuk software grafik, contohnya Gimp, Adobe Photoshop dan lainnya.

HEX HTML Code
Dalam penggunaannya, setiap kode diawali dengan tanda pagar (#) dan terdiri dari
6digit atau 3digit. Contohnya #000000 (Hitam 6 digit yang menandakan #RRGGBB)
atau #000 (Hitam 3 digit yang menandakan #RGB).
3. Pada bahasa pemogramam C++
String dan karakter dalam bahasa pemograman C++ terdapat heksadesimal. Contohnya
dengan kode \x1B mewakili tombol Esc dalam bahasa pemograman tersebut.
4. Hitungan dengan basis 16
Apabila kode desimal dihitung dengan 10jari kita, oktal dengan sela jari,
heksadesimal dihitung dengan ruas jari kita.

Sistem ini biasa digunakan untuk menampilkan nilai alamat memori dalam pemograman
komputer.

 

Referensi
Aryani, Diah. Materi Matakuliah Sistem Digital
http://riyandzulhidayat.blogspot.co.id/2012/10/sistem-bilangan-binerdesimaloktadan.
html
http://teknik-komputer10.blogspot.co.id/2014/09/pengertian-bilangan-desimal-oktaldan.
html
http://hendi-af.blogspot.co.id/2015/04/sistem-bilangan-heksadesimal.html
http://ctrl–alt–del.blogspot.com/2010/12/bilangan-oktal.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s